Melalui sebuah rilisan dari Google mengenai wawasan menarik dari para Konsumen yang ada di Tahun 2018. Terdapat satu point menarik yang menyatakan bahwa, semakin banyak pengguna internet yang melakukan pencarian di Google menggunakan bahasa natural mereka. Hal ini tentu akan membuat Anda berpikir ulang lagi dalam strategi SEO terbaru di tahun 2019.

Seiring perkembangan teknologi yang semakin intuitif, orang-orang pun ikut merubah cara mereka berinteraksi dengan teknologi tersebut. Dalam hal pencarian, bisa kita lihat di sekitar, bahkan mungkin kita juga termasuk didalamnya, bahwa para pengguna internet mulai menggunakan bahasa percakapan dalam mengetik search queries atau kata kunci pencarian. Dimana hal tersebut memungkinkan mereka untuk bertanya lebih terarah, spesifik dan secara personal lebih relevan mengenai produk atau jasa yang sedang mereka cari. Hal ini tidak hanya membuat pencarian lebih cepat dan efisien, namun juga memberikan rasa yakin bahwa mereka mendapatkan apa yang mereka butuhkan.

Seperti halnya saat mereka bicara, orang-orang mulai menggunakan kata “I” (atau “saya” dalam bahasa Indonesia) dalam pencarian mereka.

Data dalam dua tahun terakhir:

  1. Pencarian Mobile untuk kata-kata “apakah saya membutuhkan/yang saya butuhkan” (“do I need”) telah meningkat sebesar 65%. Contohnya, “How much do I need to retire” (berapa banyak uang yang saya butuhkan untuk pensiun?), “what size generator do I need” (Berapa ukuran Generator yang saya butuhkan?), dan “How much paint do I need” (Berapa banyak cat yang saya butuhkan?)
  2. Pencarian Mobile untuk kata “haruskah saya/yang harus saya” (“should I”) juga mengalami peningkatan sebesar 65%. Sebagai contoh, “what laptop should I buy” (laptop apa yang harus saya beli?), “should I buy a house” (haruskah saya membeli rumah?), “what SPF should I use” (berapa SPF yang harus saya gunakan?), “what should I have for dinner” (apa yang harus saya makan untuk dinner?)
  3. Pencarian mobile dengan awalan “bisakah saya” (“can I”) tumbuh lebih dari 85%. Contohnya “can I use paypal on Amazon” (bisakah saya menggunakan paypal di Amazon), “can I buy stamps at walmart” (bisakah saya membeli perangko di walmart), dan “can I buy a seat for my dog on an airplane” (bisakah saya membeli tiket kursi untuk anjing saya di pesawat)

Ini bukan hanya soal “bisakah saya” atau “yang harus saya…” Dua tahun lalu, pengguna internet lebih cenderung menggunakan kata kunci praktis dan simpel untuk menemukan apa yang mereka cari, biasanya mengetik jasa atau produk dan sedikit kata lain. Hari ini, sebagai tambahan dari kepraktisan tersebut, kita dapat meluhat pertanyaan-pertanyaan pencarian yang semakin spesifik dan conversational. Dan hal ini terjadi terhadap berbagai kategori

  1. Finance: dari “rekening bank” dan “membuka rekening bank online” menjadi “apa yang saya butuhkan untuk membuka rekening bank?”
  2. Personal Care: dari yang awalnya “Shampo terbaik” dan “[nama brand shampo]” menjadi “Shampo apa yang harus saya gunakan?”
  3. Otomotif: dari “Merk mobil” menjadi “Mobil apa yang harus saya beli?”
  4. Real estate: “perhitungan KPR” dan “rate KPR” menjadi “bisakah saya diapprove untuk KPR?”

Jadi apa artinya ini untuk kita Digital Entrepreneur dan Marketer? Baik tujuan seseorang itu jelas ataupun ditutup-tutupi, hal yang sepertinya ingin mencari sebuah saran atau nasihat ini, menciptakan respon yang memenuhi kebutuhan customer.

  • Karena pengguna internet tumbuh dan semakin terbiasadengan teknologi, pertimbangkanlah untuk menggunakan strategi SEO yang memiliki pendekatan untuk menggunakan bahasa yang natural dan menciptakan pengalaman intuitif di setiap channel digital anda.
  • Pada strategi SEO, setelah menentukan frase keyword yang ingin anda target untuk bisnis anda. Coba pikirkan kembali frase tersebut, dan temukan frase yang biasa digunakan pada percakapan sehari-hari yang mungkin akan digunakan oleh customer untuk menemukan anda.

Nilai kualitas konten

Pin It on Pinterest